BRMP Bali Gelar Koordinasi Strategi Pencapaian LTT Padi di Kabupaten Tabanan
Tabanan, 1 Desember 2025 – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Strategi Pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) Padi di Kabupaten Tabanan. Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian.
Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, perwakilan BPS dan Dinas PU Kabupaten Tabanan, serta Koordinator BPP, Penyuluh dan Petugas Data Kecamatan dari Kecamatan Kediri, Penebel, Marga, Tabanan, dan Baturiti.
Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, drh. I Made Arya Putra, yang menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mendukung peningkatan realisasi LTT di Tabanan. “Koordinasi ini bertujuan menghimpun kendala dan merumuskan solusi dalam percepatan LTT Padi Kabupaten Tabanan. Progres saat ini mencapai 72,8% dan diharapkan mampu melampaui 80%.Total LTT hingga November tercatat 31.408 hektare,” ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, S.Pi., M.M., turut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh stakeholder pertanian yang terus berupaya mendorong capaian LTT Kab. Tabanan. “Kami berterima kasih kepada semua pihak termasuk BRMP Bali, PU, dan BPS. Kami,menargetkan capaian 82%. Sebelum akhir tahun, akan dilakukan pembahasan lanjutan dengan provinsi guna mendongkrak realisasi LTT di bulan Desember,” tegasnya.
Dukungan pemerintah provinsi juga disampaikan oleh perwakilan Dinas TPH Provinsi Bali.“Capaian LTT Januari–November telah melampaui 70%. Tahun 2025, Tabanan menerima 93 unit alat prapanen. Kami juga mengusulkan 37 unit irigasi untuk tahun 2026 agar membantu produktivitas petani,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator LTT Kabupaten Tabanan, I Nengah Duwijana, S.Pt., menjelaskan bahwa Capaian LTT Provinsi Bali untuk bulan November sampai tanggal 29 Nopember seluas 6.178,18 ha dari target LTT reguler seluas 13.973,60 ha atau baru terealisasi 44,21% dari target.Faktor penghambat antara lain penundaan olah tanah dan tanam akibat hari raya, peralihan komoditas sementara untuk tanaman upakara, pekerjaan irigasi yang masih dalam pengerjaan, lahan bera yang lebih dari 2 tahun serta alih fungsi lahan masih status LBS yang secara keseluruhan mencapai 7.784 ha,” terangnya.
Perwakilan BPS Kabupaten Tabanan, I Wayan Putrawan, S.ST., M.Si., menekankan pentingnya keselarasan data antar lembaga. “Kami berharap sinkronisasi data BPS dengan dinas dapat segera terwujud. Potensi pertanian Tabanan sangat besar, mari kita kolaborasi meningkatkan kualitas data sebagai dasar perencanaan pembangunan,” jelasnya.
Melalui forum ini, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat strategi percepatan realisasi LTT dengan dukungan data yang akurat, koordinasi intensif, serta optimalisasi sarana dan prasarana pertanian menuju ketahanan pangan yang lebih optimal di Kabupaten Tabanan.